Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

Awal Masuk Sekolah -Eh- Madrasah

Hola Minasan!

Yup, Kia sudah kembali ke sekolah. Dan awal hari ini bisa dibilang cukup buruk.

Oke, Kia bangun nyaris kesiangan lantaran kebiasaan nokturnal Kia yang bisa dibilang selalu terjadi bila libur telah tiba. Dan, Kia nyaris nggak Shalat Subuh (OWO). Setelahnya, ngasih makan Pasukan Pribadi (baca : kucing-kucing Kia), lalu mandi.

Usai mandi, Kia pakai baju sekolah, dan ngerasa kalo badan Kia tambah kurus lagi \(^-^)/ dan mengikat tali sepatu yang belum sempat Kia ikat semalam.

Di sekolah, teman bangku Kia dapat rebutan bangku yang di depan. Sip lah. Eh, nggak juga. Mantan pemilik bangku itu nunjukin muka Nano-nano (baca : asem) karena nggak terima bangkunya diambil orang. Padahal, itu kesepakatan dari awal lho.

Jadi, kesimpulannya, Kia dan teman bangku Kia akan kembali ke bangku awal di pojok belakang besok. Padahal, Kia udah PeWe tuh di sana. Nggak perlu pake kacamata lagi, soalnya. Hahahaha~ Nasib.

Nggak ada yang terbilang seru hari ini. Semuanya biasa aja. Palingan cuman kata-kata banyol yang Kia dapat dengan teman Kia di lemari bekas kelas XII IPS 4.

Contoh:
Tali Pocong Hasbi

Hasbi : "Ayah, mengapa aku berbeda?" 
Ayah  : "Nda tau mi nak"

Hasbi yang tertukar

Acil dan Bayul

30 ari Mencari Hasbi

Ayat-Ayat Hasbi

Ada Apa dengan Acil?

Ketika Acil Bertasbih

Suka-Suka Hasbi

Hahahaha~ Itu yang namanya Hasbi kayaknya tokoh utamanya ya? Nama sinetron semua pula.

Entah, Kia hanya mau nulis ini aja.



Salam
Adnida Kia Rahid

Rabu, 01 Juli 2015

Bangku oh Bangku

Hola minasan!

Hueeee~ ini hari pertama sekolah, dan Kia mengawalinya dengan sangat buruk. Kenapa? Kia dapet bangku di posisi paling belakang! OH EM JI!!!!!

Huhuhu~ padahal udah dateng jam enam lewat sedikit. Gila amat yak temen-temen sekelas yang mungkin Adzan Subuh or habis sahur langsung tancap ke sekolah. Hua :'(!!! Kia nggak bisa ngelihat, mata Kia minus!!

HUWEEEEE~~~~~

Huhuhuhu~~~ Semester depan, Kia akan pastikan meninggalkan posisi menyebalkan itu. Ganbatte!!!



Salam
Adnida Kia Rahid

Selasa, 30 Juni 2015

Bentar Lagi Sekolah, Kia Masih Mau Liburan

Yosh, hola minasan!


Besok masuk sekolah nih. Iya, hari Rabu. Lucu banget ya? Kenapa juga nggak hari Senin. Hahahahaha~

Ah, mulai besok, Kia resmi menjadi siswi kelas 3, yang artinya, nggak lama lagi, Kia juga akan menjadi mahasiswi (Kedokteran UGM, aamiin. Do'akan ya!). Soal kelas, kelas Kia ada di XII IPA 1. Alhamdulillah kelas unggulan, dan di laintai 2 pula. Yeay!

Kia harap, di kelas 3, Kia bisa belajar Bahasa Jepang. Harusnya, di kelas 2 Kia emang belajar Bahasa Jepang, tapi, karena gurunya keluar jadinya nggak, Hueee~ Do'akan supaya Bahasa Jepang, ya!

Kia libur udah lama banget. Tapi, Kia masih belum cukup #dasarmalas. Nggak, beneran. Mungkin temen-temen yang lain udah nggak sabar masuk sekolah. Tapi, itu nggak berlaku buat Kia. Kia pengen libur lagi.

Mungkin, kalo kalian ada di posisi Kia, kalian juga ngerasain hal yang sama. Udah banyak banget yang bikin Kia kesel. Mulai dari peraturan KSM yang diubah, dulu kita bisa ikutan sampe 15 orang satu mapel, sekarang cuman 2! Terus, dicurangin waktu seleksi KSM, alhasil Kia nggak lolos, padahal, tahun lalu Kia juara harapan dua Fisika, lho! Teman-teman sekelas yang nggak bisa akur. Entah ya, mungkin karena kami ada di kelas unggulan, makanya jadi selalu merasa semua itu mulik sendiri, kuasa sendiri. Mungkin, ada juga yang ngerasain ini.

Kia selalu dibedakan. Karena sejak kecil Kia udah dididik (dalam hal ini kesopanan) temen-temen kayak enggan kalo deket-deket Kia. Kia nggak suka begitu, Kia juga mau berbaur sama kalian. Nggak sopan-sopan amat sama Kia juga nggak apa-apa. Selain ini, logat Kia juga aneh. Beda sendiri sama temen-temen. Bahasa Kia lebih baku dari mereka, karena Kia lama tinggal di Jawa.

Kia dianggap aneh karena suka dengan hal-hal yang berbau Jepang. Beda sama teman-teman Kia yang sukanya Korea. Kia juga seorang Otaku. Wajarkan, kalau kami para Otaku senang dengan "manusia 2 dimensi"? Kia suka sama kucing, tapi kebanyakan teman nggak suka. Yang selalu mereka katakan "Kalo pelihara kucing bisa mandul, kalo pelihara kucing bisa asma." Ah, basi.

Kia ini pecinta kucing, mau bikin mandul or gak tergantung dari kitanya. Kita merawatnya baik atau gak, badannya bersih atau gak. Kalo soal asma, menurut Kia kalo emang punya riwayat, mau bulu apapun, pasti bakalan kena juga. Kalo nggak menjaga kebersihan, pasti kena juga.

Hampir 15 tahun Kia pelihara kucing alhamdulillah Kia nggak kenapa-kenapa. Rasulullah SAW juga suka dan sayang sama kucing. Kenapa kalian malah menjelek-jelekkan kucing? Dan pada faktanya, kucing itu binatang paling BERSIH.

Kia termasuk barisan KUPER di sekolah. Hahahaha~ Kia juga kekanakan, dominan kekanakan. Tapi, INILAH SEORANG ADNIDA KIA RAHID. Ada yang salah? Kia nggak pernah memepermasalahkan kalian, kenapa kalian sensi banget sama Kia. Kia selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian, hanya karena perbedaan hobi dan kepribadian, Kia dianggap aneh.

Bukan cuman Kia, sih. Ada juga barisan Kuper lainnya yang beranggapan sama dengan Kia. Lalu, kenapa kami harus ada di barisan POPULER hanya untuk berteman? Dunia Sekolah memang tidak pernah adil. Dekat-dekat sama barisan Kuper hanya karena punya keinginan. Setelah itu dilupakan. Ironis.

Itulah kenapa, Kia masih ingin liburan. Kia bisa tidur sebagai pelepas stres, Kia bisa nonton Anime dan gambar manga kesukaan Kia. Kia bisa belajar tanpa harus mendengar istilah anak kesayangan guru. Kia bisa bantuin Mama. Kia bisa lebih kurus. Pokoknya apapun yang Kia sukai!

Orangtua Kia bilang, memang begitu kehidupan sekolah. Banyak orang yang tidak bisa kita prediksi. Ada yang baik, ada yang buruk. Ada yang mau menerima apa adanya, ada juga yang hanya ada apanya. Kita harus bisa megatasinya, karena nanti, saat berbaur dengan masyarakat, pukulan yang kita terima akan lebih kuat lagi.

Memang benar, tapi, KIA MASIH MAU LIBURAN, NIH! Hehehehe~ Dasar Kia #Geleng-gelengkepala.



Salam
Adnida Kia Rahid

Rabu, 24 Juni 2015

Bingung

Yosh, hola minasan!

Hmmm ... Kia kepengen nulis buku harian lagi nih. Tapi, masalahnya kalo Kia nulis di buku, pasti aja ada oknum sinting yang tidak berperi kebukuharianan yang suka nyuri-nyuri baca buku harian Kia. Makanya, Kia mau nulis di internet aja. Yah, siapa tahu jadi inspirasi orang-orang yang baca. Hehe #Glepaakk!!!

Oke, hari ini udah hari ke enam puasa. Dan hari ini sebenernya nggak ada yang spesial sih buat Kia. Selama musim liburan begini, nggak banyak yang bisa Kia lakuin selain hal-hal monoton -tidur, olahraga, masak, bantuin mama, belajar, de el el- yang biasa Kia lakukan. Bukan berarti Kia ngebet pengen sekolah, toh di sekolah juga nggak ada yang WAH gimana gitu, mengingat Kia udah kelas 3 SMA tepatnya MAN (bentar lagi kuliah di fakultas kedokteran UGM. Aamiin).

Yah, hari ini entah ada angin darimana, Kia di SMS teman lama Kia (teman SMP, teman sebangku waktu SMP tepatnya MTs kelas 9, dan teman SMA walau nggak sekelas). Jadi, ceritanya, Kia diajakin ngabuburit. Tapi, ngabuburitnya itu dengan dengerin seminar MSS. Hahaha~

Jujur aja sih, Kia nggak begitu tertarik sama yang begituan. Tapi, mumpung ada kesempatan buat main keluar rumah, kenapa nggak Kia terima aja ajakannya. Sekalian ngisi waktu luang. Ah ya, kita sebut saja teman Kia ini dengan sebutan si Kacamata Cool. Kenapa? Soalnya dia anak cowok berkacamata dan berpenampilan cool -yang berarti keren. Naksir? Nggak juga.

Setelah dapet pesan itu, Kia jadi buru-buru masak buat nanti sore. Bikin sayur, ayam, teh, jus, masak nasi, nyuci piring. Padahal sih, niatnya Kia pengen maen internet. Hahaha~

Jadi, sekitar jam 3 sore, Kia dijemput sama si Kacamata Cool di depan gedung yang jadi obyek yang nggak mungkin di kenal di kota Kia. Kia dateng lebih dulu, soalnya, rumah Kia deket dari tempat ketemuan. Kami sama-sama naik motor menuju tempat yang dituju. Nggak, Kia dibonceng sama si Kacamata Cool. Kia nggak bisa bawa motor sendiri.

Kia make baju kotak-kotak lengan panjang kesayangan Kia lengkap dengan sabuk pitanya, celana jeans hitam, kerudung hitam, sepatu sandal coklelat dan tas coklat kesayangan Kia. Sementara si Kacamata Cool make baju kemeja biru tua, celana bahan hitam, sepatu hitam, dasi abu-abu dan jas MSS, serta kacamata hitamnnya yang selalu bertengger di wajahnya. Yah, penampilan bak pengusaha jadi melekat sama si Kacamata Cool. Beda sama penampilan Kia yang abege labil.

Kata pertama setelah si Kacamata Cool ketemu sama Kia "Bagus ji penampilanku?"

Yah, penampilanmu emang nggak ada bedanya. Jadi Kia jawab aja "Bagus. Hehe~ penampilanmu jadi seperti pebisnis".

Seperti yang Kia katakan, kami boncengan di motor. Mulanya sih, kita cuman ngobrol biasa. Nilai sekolah, kabar de el e. Tapi, setelah si Kacamata Cool ngabil uang di ATM (jadi sirik, Kia juga pengen punya ATM supaya bisa nyimpen uang sendiri!), dia cerita panjang kali lebar kali tinggi soal pekerjaannya serta peluang-peluang dalam dunia bisnis. Jumlah sarjana pertahun, dan jumlah orang yang sukses dapat kerja. Hahaha~ Emang sih, kata-katanya itu fakta banget. Dan gara-gara si Kacamata Cool Kia jadi tertarik dalam dunia bisnis. Hmm~

Setelah sampai, kami masuk dalam ruangan. Si Kacamata Cool ngelakuin sesuatu yang nggak Kia ketahui, lalu kami shalat Ashar di Masjid terdekat. Setelah itu, kami menuju ruang seminar di lantai 2. Mungkin, bisnis ini emang tempatnya si Kacamata Cool. Kenapa? Karena cara jalannya tenang tapi lebar. Menandakan kalo dia suka dengan apa yang dia lakukan.

Di dalam sana, Kia kenalan dengan salah satu temannya si Kacamata Cool. Kita sebut saja Mbak D. Sama seperti Kia, dia juga orang Jawa. Kami ngobrol banyak sebelum acara di mulai.

Jujur aja, Kia agak malu ada di sana. Secara, Kia orang baru dan selain si Kacamata Cool dan Mbak D -yang baru kenalan- nggak ada yang lain yang Kia kenal. Kia cuman tamu undangan si Kaamata Cool.

Mbak D menjadi uh, lupa. Itu lho, yang selalu bicara sebelum acara mulai. Dan si Kacamata Cool menjadi pemateri atau motivator entahlah yang pertama.

Si Kacamata Cool sangat bersemangat menjelaskan di depan. Sangat beda dengan yang Kia kenal. Hahaha~ Kia sampai pangling dengan orang yang ada di depan Kia itu. Emang sih, dia termasuk yang sukses di sana. Nggak heran suatu hari nanti si Kacamata Cool bisa jadi sukses dengan jalan yang dia ambil. Aamiin.

Pemateri kedua, kakak kandungnya si Kacamata Cool. Materinya cuman sebagai motivasi kalo menurut Kia, beada sama materi si Kacamata Cool yang ngejelasin apa itu MSS dari A sampe Z, bagaimana cara kerja de el el.

Setelah itu kami pulang. Si Kacamata Cool nganter Kia pulang. Emang sih, Kia juga kerja. Cuman ngetranslate Inggris or Jepang ke Indonesia sih. Bayarannya nggak sebesar dia pula. Kerjaan Kia ini tertutup banget dan Kia nggak suka bilang-bilang. Si Kacamata Cool kaget. Hahaha~

Setelah sampai gerbang si Kacamata Cool berkata : "Makasih waktunya, ya!"

Harusnya KIA yang terima kasih, Kacamata Cool. Kamu ngajakin Kia buat buka wawasan, dan buat Kia berpikir dua kali soal masa depan.

Entah ya, mungkin Kia berniat gabung. Mikirin uang kuliah Kia yang pastinya nggak sedikit, bikin Kia tertarik untuk masuk. Belum lagi pembayaran ini-itu. Papa Kia sih lampu hijau, sementara Mama Kia lampu merah. Bagaimana ini? Kia sih gampang ngumpulin uang buat modal awal. Mungkin Kia akan gabung diam-diam. Wish Kia luck, minasan!

Hahaha. Yah, begitulah hari ini.

Salam

Adnida Kia Rahid